KISAH NABI ADAM A.S

Simpan, Beranda , Rabu, 22 Desember 2010

ADAM
adalah manusia pertama yang
diangkat dan diutus oleh Allah
Swt. sebagai nabi, rasul, dan
khalifah. Ia ditugaskan untuk
mengatur segenap penghuni
bumi. Derajat Adam lebih tinggi
dari malaikat dan jin. Adam
disebut 25 kali dan kisahnya ada
banyak dalam Al- Qur'an. Sebelum
manusia ada, Allah Swt. telah
menciptakan malaikat dari
cahaya dan jin dari api (Q.15:27).
Bumi diciptakan oleh Allah Swt.
dalam bentuk hamparan ( Q.2:22;
13:3; 20:53-54). Lalu, Allah Swt.
memberitahukan kepada para
malaikat bahwa Ia akan
menciptakan makhluk lain, yaitu
manusia yang menjadi khalifah-
Nya di bumi ( Q.2:30). Allah Swt.
menugaskan para malaikat untuk
mengumpulkan segenggam
tanah dan meletakkannya di
pintu surga. Dari tanah itulah
Allah Swt. membentuk sosok
seperti manusia, lalu meniupkan
roh ke dalamnya (Q.15:26-29).
Tanah itu lalu hidup dan menjadi
manusia. Itulah Adam, yang lahir
tanpa ayah dan ibu. Ia diciptakan
sempurna, terdiri atas unsur
jasmani dan rohani (roh, akal,
hati, dan nafsu). Ia makhluk
beragama, beradab, dan memiliki
masa depan. Baginya Allah Swt.
menciptakan pasangan atau istri
( Q.30:21) yang bernama Hawa.
Mereka hidup bahagia di surga,
mendapatkan segala kenikmatan,
dan tidak mengalami kesusahan.
Namun, mereka tidak boleh
melanggar satu larangan Allah
Swt.: mendekati dan makan dari
sebuah pohon (Q.2:35; 7:19).
Karena makan buah larangan
tersebut - atas bisikan setan-
mereka akhirnya diusir dari
surga. Inilah larangan pertama
dari Allah Swt. dan pelanggaran
pertama oleh manusia.
PENGETAHUAN NAMA BENDA
Allah Swt. mengajarkan nama
benda-benda alam semesta
kepada Adam ( Q.2:31-32) karena
ingin memperkuat kedudukan
Adam di kalangan makhluk-Nya.
Adam memperagakan benda-
benda itu dan disuruh oleh Allah
Swt. untuk mengajarkan nama-
nama benda yang diketahuinya
kepada para malaikat.
HIDUP DI SURGA
Adam dan Hawa diberi
kehidupan di surga. Mereka
mendapatkan segala
kebahagiaan dan kesenangan
tanpa mengalami kesusahan.
Namun kebahagiaan surgawi ini
akhirnya hilang karena mereka
menyalahgunakan kebebasan
mereka dengan makan buah
pohon terlarang.
DOSA PERTAMA
Larangan Allah Swt. kepada Adam
dan Hawa diketahui oleh setan.
Karena iri, setan menggoda Adam
dan Hawa. Setan berupaya untuk
memperdayakan mereka agar
mereka melanggar perintah- Nya.
Dengan berbagai tipu daya, setan
berhasil membujuk keduanya.
Mereka lupa bahwa mereka
dilarang oleh Allah Swt. makan
buah tersebut ( Q.2:36; 7:21-22).
Seketika itu pula, pakaian mereka
terlepas dari tubuh mereka.
Sebagai akibat pelanggaran itu,
mereka merasa malu, lalu
menutup aurat mereka dengan
dedaunan. Setelah menyadari
kesalahan mereka, Adam dan
Hawa sangat menyesali
perbuatan mereka dan memohon
ampunan kepada Allah Swt. Allah
Swt. berkenan menerima tobat
dan mengampuni kesalahan
mereka (Q.2:37; 7:23). Karena
menyadari dan menyesali
dosanya, Adam bahkan menjadi
manusia terpilih dan diutus oleh
Allah Swt. menjadi nabi dan rasul.
ABU AL-BASYAR
Adam adalah bapak umat
manusia (abu al- basyar). Allah
Swt. menciptakan baginya
pasangan atau istri. Kini
keturunan Adam di dunia terdiri
atas berbagai ras dan suku
dengan warna kulit dan bahasa
yang beragam.
IQLIMA-LABUDA
Hawa melahirkan anak kembar:
Kabil (laki- laki) dan Iqlima
(perempuan). Adam dan Hawa
berbahagia mendapat keturunan
pertama. Beberapa tahun
kemudian, Hawa melahirkan anak
kembar lagi: Habil (laki-laki) dan
Labuda (perempuan). Begitulah
seterusnya hingga ia melahirkan
sebanyak 21 kali.
HAWA: IBU UMAT MANUSIA
Setelah mengajari malaikat, Nabi
Adam a.s. tertidur melepas lelah.
Ketika terbangun dari tidurnya,
Nabi Adam a.s. mendapatkan
seorang wanita di sampingnya
( Q.30:21). Wanita itu bernama
Hawa. Nabi Adam a.s. bersyukur
kepada Allah Swt., karena diberi
pendamping atau istri. Ia
diperintahkan oleh Allah Swt.
untuk menggauli istrinya. Hawa
pun menjadi ibu umat manusia.
JIN PEMBANGKANG
Allah Swt. memerintahkan kepada
malaikat dan jin untuk bersujud
kepada Adam. Malaikat
mematuhi, tetapi jin menolak
perintah itu. Jin pembangkang itu
disebut iblis. Ia tidak mau
bersujud kepada manusia yang
diciptakan dari tanah ( Q.2:34;
7:11-13; 15:32-35). Ia menjadi
congkak karena merasa
derajatnya lebih tinggi dari Adam.
Karena membangkang, ia
dilaknat dan diusir oleh Allah Swt.
dari surga. Sebelum keluar dari
surga, ia mengajukan dua
permohonan (Q.15:36-40):
umur panjang hingga hari kiamat
dan izin untuk menggoda Adam
serta anak cucunya ( Q.7:14-18).
Permintaan itu dikabulkan oleh
Allah Swt., dan iblis kelak akan
dimasukkan ke neraka. Allah Swt.
juga mengadakan perjanjian
dengan Adam: apabila tertipu
bujukan iblis, maka ia pun akan
dimasukkan bersama iblis ke
neraka.
DUNIA FANA
Adam dan Hawa merasa tenang
setelah Allah Swt. mengampuni
kesalahan mereka. Mereka
menerima hukuman, yaitu diusir
dari surga. Mereka turun ke bumi
( Q.2:38; 7:24-25) yang penuh
dengan hutan dan pepohonan
besar. Segala jenis binatang
hidup di dalamnya. Mereka hidup
lalu mati di bumi. Kehidupan baru
di bumi berbeda dari kehidupan
di surga. Mereka harus
menempuh suka-duka dunia
fana. Siang dan malam mereka
berusaha untuk bertahan hidup
dengan bekerja keras sebagai
petani dan peternak selama
bertahun-tahun.
(sumber: Ensiklopedi Islam untuk
Pelajar - no.1)
Nabi Idris a.s.
* ISLAM *

Jangan lupa di share dan like KISAH NABI ADAM A.S bro / sist
dan sempatkan untuk membaca yang lainnya broth..
Save url to wapmaster

masih 0 komentar untuk KISAH NABI ADAM A.S

Posting Komentar

Entri Populer

 
powered by blogger.com and blog mobile template all rights reserved