kita yakini adanya, pasti kita
ingin memperoleh kehidupan
yang bahagia dengan masuk ke
dalam surga. Karenanya kita
selalu berdo’a agar memperoleh
kebahagiaan di akhirat itu
disamping kebahagiaan di dunia
sekarang ini. Bahkan Nabi
Ibrahim as juga berdo’a agar
dimasukkan ke dalam surga, hal
ini terdapat dalam firman Allah :
"(Ibrahim berdo’a) : Ya Tuhanku,
berikanlah kepadaku hikmah dan
masukkanlah aku ke dalam
golongan orang-orang yang
shaleh, dan jadikanlah aku buah
tutur yang baik bagi orang-
orang (yang datang) kemudian,
dan jadikanlah aku termasuk
orang-orang yang mewarisi
surga yang penuh
kenikmatan" (QS Asy Syu’ara
[26]:83-85)
Kalau kita boleh
mengumpamakan surga seperti
sebuah negara yang akan kita
kunjungi, maka untuk bisa
masuk ke negara itu tentu ada
persyaratan yang harus kita
penuhi seperti paspor, visa, uang
dll. Perbandingan ini tidaklah
tepat betul, karena tidak akan
ada penghuni surga yang
menjadi pendatang gelap
sebagaimana banyak pendatang
gelap yang memasuki suatu
negeri. Terlepas dari soal itu,
demikian pula halnya dengan
masuk surga yang
persyaratannya harus kita
penuhi. Lalu yang menjadi
pertanyaan kita kemudian adalah
apa persyaratan yang harus kita
penuhi agar kita kelak bisa
masuk ke dalam surga ?
Dari banyak hal yang harus
dimiliki dan dilakukan oleh
seorang muslim untuk bisa
masuk surga, di dalam Al-Qur’an
dapat kita simpulkan empat
persyaratan yang harus kita
penuhi. Semua persyaratan itu
harus kita penuhi dalam
kehidupan kita sekarang, di
dunia ini. Semakin lengkap tentu
semakin baik. Karena itu, kita
tidak boleh menunggu usia
mencapai tua untuk bisa
memenuhinya, apalagi belum
tentu kita bisa mencapai usia tua,
karena sudah terbukti tidak
sedikit orang yang mati dalam
usia yang masih muda.
Pertama : Iman dan Amal
Shaleh
Iman dan amal shaleh
merupakan sesuatu yang harus
melekat dalam kepribadian kita.
Iman harus kita buktikan dengan
amal shaleh dan amal shalehpun
harus didasari pada iman. Karena
itu, antara iman dengan amal
shaleh sering diumpakan seperti
dua sisi mata uang yang tidak
bisa dan tidak boleh dipisah-
pisah, gambar uang harus ada
pada dua sisinya. Uang tidak
akan bisa dijadikan sebagai alat
pembayaran apabila gambarnya
hanya sebelah. Karena itu, tidak
setiap orang yang mengaku
beriman kepada Allah diakui
keimanannya karena tidak ada
amal shalehnya, Allah swt
berfirman :
"Diantara manusia, ada orang
mengatakan : “Kami beriman
kepada Allah dan hari akhir”,
padahal mereka itu
sesungguhnya bukan orang-
orang yang beriman" (QS Al
Baqarah [2]:8)
Manakala seseorang telah
beriman dan beramal shaleh
yang sebanyak-banyaknya, maka
jaminan dari Allah swt baginya
untuk bisa masuk ke dalam
surga yang disebutkan dalam
banyak ayat di dalam Al-Qur’an,
diantaranya Allah swt berfirman :
"Dan orang-orang yang beriman
serta beramal shaleh, mereka itu
penghuni surga, mereka kekal di
dalamnya" (QS Al Baqarah [2]:82)
Di dalam ayat lain, Allah swt juga
berfirman :
"Allah menjanjikan kepada
orang-orang mukmin, lelaki dan
perempuan, (akan mendapat)
surga yang dibawahnya mengalir
sungai-sungai, kekal mereka di
dalamnya, dan (mendapat)
tempat-tempat yang bagus di
surga 'Adn. dan keridhaan Allah
adalah lebih besar; itu adalah
keberuntungan yang besar" (QS
At Taubah [9]:72)
Kedua : Taqwa
Secara harfiyah, taqwa artinya
memelihara diri. Orang yang
bertaqwa adalah orang yang
memelihara dirinya dari hal-hal
yang tidak dibenarkan oleh Allah
swt. Karena itu, para ulama
memberikan ta’rif atau
pengertian taqwa, yakni:
melaksanakan perintah-perintah
Allah dan meninggalkan
larangan-larangan-Nya baik
dalam keadaan sunyi maupun
ramai. Ini berarti bertaqwa itu
bukan hanya melaksanakan
perintah Allah tanpa
meninggalkan larangan-Nya, juga
bukan hanya meninggalkan
larangan-Nya tanpa
melaksanakan perintah-Nya serta
harus kita tunjukkan dimanapun
kita berada dan dalam keadaan
bagaimanapun situasi serta
kondisinya.
Kehidupan umat manusia baru
terwujud menjadi kehidupan
yang baik, yakni kehidupan yang
bermartabat, meskipun secara
teknologi sangat sederhana
manakala manusia bertaqwa
kepada Allah swt. Namun,
meskipun ilmu pengetahuan dan
teknologi canggih telah dicapai
oleh manusia, kehidupan dengan
martabat yang rendah bahkan
lebih rendah dari binatang
ternak akan kita alami bila tidak
bertaqwa kepada Allah swt. Oleh
karena itu, ketaqwaan kepada
Allah swt menjadi sesuatu yang
sangat penting sehingga para
khatib di hari Jum’at selalu
membacakan ayat :
"Hai orang-orang yang beriman,
bertaqwalah kamu kepada Allah
dengan sebenar-benar taqwa
kepada-Nya dan jangan sampai
kamu mati kecuali dalam
keadaan berserah diri kepada
Allah" (QS Ali Imran [3]:102)
Apabila seseorang sudah
bertaqwa dengan sebenar-
benarnya, maka Allah swt
menyediakan surga untuk
tempat tinggal mereka
sebagaimana terdapat dalam
firman-Nya :
"Dan bersegeralah kamu kepada
ampunan dari Tuhanmu dan
kepada surga yang luasnya
seluas langit dan bumi yang
disediakan untuk orang-orang
yang bertaqwa" (QS Ali Imran
[3]:133)
Persyaratan taqwa untuk bisa
dimasukkan ke dalam surga juga
disebutkan oleh Allah swt dalam
firman-Nya :
"Sesungguhnya bagi orang-
orang yang bertakwa
(disediakan) surga-surga yang
penuh kenikmatan di sisi
Tuhannya" (QS Al Qalam [68]:34)
Ketiga : Berjuang dan
Berkorban
Islam merupakan agama yang
tidak hanya harus dilaksanakan
secara pribadi, tapi juga
bersama-sama, baik dalam
lingkup keluarga maupun
masyarakat. Karena itu Islam
harus disebarluaskan dan
diperjuangkan penegakkannya
dalam kehidupan pribadi,
keluarga, masyarakat, bangsa,
negara hingga dunia
internasional.
Bila itu yang harus dilakukan,
maka diperlukan kemauan untuk
berjuang pada setiap muslim dan
tiada perjuangan melainkan
harus dengan pengorbanan, baik
dengan harta maupun jiwa serta
kesabaran yang kuat. Oleh
karena itu, berjuang dan
berkorban di jalan Allah menjadi
persyaratan bagi seseorang
untuk bisa masuk ke dalam
surga. Jangan harap bisa masuk
ke dalam surga kalau seseorang
tidak mau berjuang dan
berkorban dengan segala yang
dimilikinya, Allah swt berfirman :
"Apakah kamu mengira bahwa
kamu akan masuk surga, Padahal
belum nyata bagi Allah orang-
orang yang berjihad diantaramu
dan belum nyata orang-orang
yang sabar" (QS Ali Imran
[3]:142)
Sejarah telah menunjukkan
kepada kita tentang bagaimana
orang-orang yang
mendambakan surga berjuang
dan berkorban. Seorang sahabat
yang bernama Hanzhalah
berangkat ke medan perang
meskipun ia masih pengantin
baru, bahkan belum sempat
mandi junub setelah
berhubungan dengan isterinya,
ia tinggalkan isteri yang
dicintainya, ia maju ke medan
jihad dan berhasil membunuh
banyak musuh, namun iapun
akhirnya mati syahid dan para
Malaikat memandikan
jenazahnya.
Sahabat Mu’adz bin Jabal juga
berangkat ke Yaman atas
perintah Rasulullah saw untuk
berdakwah dalam waktu yang
lama hingga mencapai
keberhasilan membangun
masyarakat Islam dan masih
banyak lagi orang yang harus
kita ceritakan. Semua
menunjukkan adanya semangat
berjuang dan berkorban dengan
segala yang mereka miliki untuk
meraih surga yang dijanjikan,
Allah swt berfirman :
"Hai orang-orang yang beriman,
sukakah kamu Aku tunjukkan
suatu perniagaan yang dapat
menyelamatkan kamu dari azab
yang pedih?. (yaitu) kamu
beriman kepada Allah dan Rasul-
Nya dan berjihad di jalan Allah
dengan harta dan jiwamu. Itulah
yang lebih baik bagi kamu jika
kamu mengetahuinya, niscaya
Allah mengampuni dosa-dosamu
dan memasukkan kamu ke dalam
surga yang mengalir di
bawahnya sungai-sungai, dan
(memasukkan kamu) ke tempat
tinggal yang baik di dalam surga
‘And. Itulah keberuntungan yang
besar" (QS Ash Shaf [61]:10-12)
Keempat : Taubat
Surga merupakan tempat yang
suci dan hanya bisa dimasuki
oleh orang-orang yang suci.
Karena itu, bila seseorang ingin
masuk ke dalam surga, janganlah
ia mati dalam keadaan
bergelimang dengan dosa. Untuk
itu, setiap manusia harus
bertaubat sebelum mencapai
kematian. Taubat adalah kembali
kepada Allah, sedangkan orang
yang berdosa adalah orang yang
menjauhi Allah dengan segala
ketentuan-Nya.
Karena kita tidak tahu kapan
kematian akan datang kepada
kita dan kita menyadari bahwa
kematian itu bisa datang kapan
saja, maka di dalam ayat di atas
(QS Ali Imran [3]:133), taubat
harus kita lakukan sesegera
mungkin, jangan ditunda besok,
pekan depan, bulan depan, tahun
depan apalagi kalau ditunda
hingga bila usia kita sampai tua,
hal ini karena belum tentu kita
bisa hidup sampai tua.
Keinginan kita untuk bertaubat
harus diwujudkan dengan
taubat yang sebenar-benarnya,
yakni dengan memahami dan
menyadari bahwa kita telah
melakukan kesalahan, menyesali
kesalahan itu, bertekad untuk
tidak mengulangi kesalahan itu,
menyatakan permintaan maaf,
dan membuktikan kehidupan
yang lebih baik. Bila hal ini sudah
kita laksanakan, niscaya Allah swt
memberikan tiket kepada kita
untuk bisa masuk ke dalam
surga, Allah swt berfirman :
"Hai orang-orang yang beriman,
bertaubatlah kamu kepada Allah
dengan taubat yang semurni-
murninya, mudah-mudahan
Tuhan kamu akan menghapus
kesalahan-kesalahanmu dan
memasukkan kamu ke dalam
surga yang mengalir di
bawahnya sungai-sungai" (QS At
Tahrim [66]:8)
Dari uraian di atas, menjadi jelas
bagi kita bahwa seseorang akan
masuk surga atau masuk neraka
sangat tergantung pada
usahanya dalam kehidupan di
dunia ini. Semua orang punya
peluang yang sama untuk bisa
masuk surga. Bila persyaratan
telah dipenuhi dengan baik, tidak
ada alasan bagi Allah swt untuk
tidak memasukkan seseorang ke
dalam surga.
Jangan lupa di share dan like EMPAT SYARAT MASUK SURGA. bro / sist
dan sempatkan untuk membaca yang lainnya broth..
Save url to wapmaster
dan sempatkan untuk membaca yang lainnya broth..
Save url to wapmaster
masih 0 komentar untuk EMPAT SYARAT MASUK SURGA.
Posting Komentar