PERTANYAAN ALAM KUBUR

Simpan, Beranda , Selasa, 21 Desember 2010

Dalam kitab Manazilul
Akhirah, stasiun-stasiun
perjalanan Akhirat,
disebutkan bahwa sakratul
maut adalah stasiun yang
pertama, dan alam kubur
adalah stasiun yang kedua.
Di alam kubur terdapat tiga
terjal yang harus dilalui oleh
manusia dalam
perjalanannya menuju alam
akhirat, yaitu: Kesepian di
alam kubur, siksaan dan
himpitan kubur, dan ketiga
adalah pertanyaan malaikat
Munkar dan Nakir. Dan ini
adalah bagian yang terakhir
dari jalan-jalan terjal yang
harus dihadapi oleh
manusia. Selanjuntnya
manusia akan memasuki
stasiun yang ketiga yaitu
alam Barzakh.
Imam Ja’far Ash-Shadiq (sa)
berkata:
“ Barangsiapa yang
mengingkari tiga hal, ia
bukan pengikutku: mi`raj
Nabi saw, pertanyaan di
alam kubur, dan
syafaat.” (Biharul Anwar 6:
222, hadis ke 23)
Dalam suatu riwayat
disebutkan bahwa pasti
akan datang pada seorang
mayit dua malaikat yang
menakutkan, suaranya
seperti halilintar, pandangan
matanya seperti kilat petir
yang menyambar. Mereka
akan bertanya kepada sang
mayit: Siapa Tuhanmu? Siapa
Nabimu, dan apa agamamu?
Mereka juga akan
menanyakan tentang
wilayah dan imamah,yakni
kepada siapa ia berwilayah
dan berimam.
Pertanyaan-pertanyaan itu
akan sangat sulit dijawab
oleh seorang mayit, dan
untuk menjawabnya ia
butuh pertolongan. (Al- Al-
Bihar 6: 215)
Dua malaikat Munkar dan
Nakir menanyakan mayit
dalam dua keadaan:
Pertama: Ketika mayit
dibaringkan di kubur.
Yang utama saat
membaringkan mayit,
tangan kanan ditelakkan
pada bahu kanan, dan
tangan kirinya pada bahu
kiri.
Kedua: Sesudah mayit
dikuburkan.
Disunnahkan bagi walinya
atau keluarga terdekatnya
sesudah para pengantar
meninggalkan kuburnya,
mereka duduk di dekat
kepalanya dan mentalqin
dengan suara yang agak
keras, meletakkan kedua
tangannya ke kuburnya, dan
mendekatkan mulutnya ke
kuburnya. (Al-Faqih 1: 108)
Hal ini juga dapat diwakilkan
kepada orang lain.
Dalam suatu riwayat
dikatakan: Jika talqin itu
dibacakan kepada sang
mayit, malaikat Munkar dan
Nakir berkata: telah
selesailah tugas kami, karena
telah ditalqinkan padanya
hujjahnya (jawabannya). (Al-
Faqih 1: 173)
Ketika putera Abu Dzar yaitu
Dzar meninggal, Abu Zar
duduk di atas kuburnya,
kemudian ia mengusapkan
tangannya ke kuburnya, lalu
ia berkata:
“ Semoga Allah menyangimu
wahai Dzar. Demi Allah, jika
kamu termasuk anak yang
berbakti kepadaku, engkau
telah dipanggil oleh
Tuhanmu dan aku ridha
padamu. Demi Allah, aku
ridha atas kepergianmu dan
ridha kepada Yang
Memanggilmu, aku tidak
mengharap hajatku kepada
selain Allah; kalau sekiranya
datang kepadamu hal yang
menakutkan, aku bahagia
sekiranya Allah
menggantikan keadaanmu
padaku. Aku sedih kalau
engkau memperoleh
kesedihan. Demi Allah, aku
tidak menangisi
kepergianmu, tetapi aku
menangisi apa yang akan
terjadi padamu. Aduhai apa
yang telah kukatakan? Dan
apa yang dikatakan
padamu? Ya Allah, aku telah
memberikan kepadanya
hakku yang Kau wajibkan
atasnya, maka karuniakan
kepadanya hak-Mu yang Kau
wajibkan atasnya, dan
Engkau lebih berhak dariku
untuk mengkaruniakan
kedermawanan dan
kemuliaan.” (Al-Faqih 1: 185,
hadis ke 558)
Imam Ja’far Ash-Shadiq (sa)
berkata:
“ Jika seorang mukmin
dimasukkan ke kuburnya,
shalatnya berada di sebelah
kanannya, zakatnya di
sebelah kirinya,
kebajikannya menaunginya,
dan kesabarannya di sisinya.
Ketika malaikat Munkar dan
Nakir datang yang
pertanyaannya ditakuti,
maka kesabarannya berkata
pada shalatnya, zakat dan
kebajikannya, akulah yang
akan mendampinginya jika
kamu tidak mampu
mengahapinya.” (Al-Kafi 2:
90, hadis ke 8)
Imam Ja’far Ash-Shadiq dan
Imam Muhammad Al-Baqir
(sa) berkata:
“ Jika seorang hamba yang
mukmin meninggal, maka
masuklah bersamannya ke
kuburnya enam wujud
makhluk. Pada wujud
makhluk itu nampaklah
kebaikan wajahnya,
keindahan keadaannya,
keharuman baunya dan
kebersihan bentuknya. Satu
wujud berdiri di sebelah
kanannya, satu wujud lagi
berdiri di sebelah kirinya,
satu wujud lagi di
belakangnya, dan wujud
yang lain di depannya, dan
wujud yang paling baik
berada di atas kepalanya.
Ketika wujud keburukan
datang dari sebelah kanan,
maka wujud yang di sebelah
kanan melindunginya dari
arah kanan, demikian juga
wujud-wujud yang lain
menyelamatkan dari enam
arah.
Lalu wujud yang paling baik
itu berkata kepada yang lain:
siapakah kamu, semoga
Allah membalas kebaikanmu.
Yang di sebelah kanan
menjawab: aku adalah
shalat.
Yang di sebelah kiri
menjawab: aku adalah zakat.
Yang di depan menjawab:
aku adalah puasa.
Yang belakang menjawab:
aku adalah haji dan umrah.
Yang di arah kaki menjawab:
aku adalah kebajikan dari
menyambungkan
silaturrahim.
Kemudian wujud-wujud
yang lain bertanya kepada
wujud yang ada di atas
kepalanya: Siapakah kamu?
Wajahmu paling baik di
antara kami, paling harum
baunya, paling indah
keadaannya.
Wujud itu menjawab: aku
adalah wilayah kepada
keluarga Muhammad saw.”
(Bihar Anwar 6: 234)
Tentang keutamaan
berpuasa di bulan Sya’ban
disebutkan dalam suatu
riwayat:
“ Barangsiapa yang berpuasa
sembilan hari di bulan
Sya’ban, malaikat Munkar
dan Nakir akan bersikap
lembut saat bertanya
kepadanya.” (Tsawabul
A’mal: 87)
Tentang keutamaan
menghidupkan malam ke 23
bulan Ramadhan dan shalat
seratus rakaat di dalamnya,
Imam Muhammad Al-Baqir
(sa) berkata antara lain:
“ Melindunginya (orang yang
melakukannya) dari
ketakutan terhadap Munkar
dan Nakir, dan ia akan keluar
dari kuburnya dengan
cahayanya yang menyinari
penghuni kubur.” (Iqbalul
A’mal: 214)
Disarikan dari kitab Manazilul
Akhirah, Syeikh Abbas Al-
Qumi.

Jangan lupa di share dan like PERTANYAAN ALAM KUBUR bro / sist
dan sempatkan untuk membaca yang lainnya broth..
Save url to wapmaster

masih 0 komentar untuk PERTANYAAN ALAM KUBUR

Posting Komentar

Entri Populer

 
powered by blogger.com and blog mobile template all rights reserved